Rabu, 13 Mei 2015

5 Fakta Inge Lehmann, ilmuwan wanita revolusioner penemu inti Bumi
Pakar siesmologi Inge Lehmann. ©2015 


Rabu (13/05) kemarin, Google lewat Google Doodle-nya merayakan ulang tahun ke-127 sosok ilmuwan wanita yang berperan besar bagi dunia seismologi (ilmu gempa) dan geologi (ilmu tanah), Inge Lehmann. Wanita berkebangsaan Jerman itu berhasil menemukan inti Bumi.
Ya, Inge Lehmann yang meninggal di usia 104 tahun di tahun 1993 itu berhasil mengungkap jika inti bumi terdiri dari dua lapisan, lapisan inti dalam dan luar. Teori Inge pun menjadi landasan banyak cabang ilmu.
di luar capaian hebatnya itu, ternyata terdapat fakta-fakta lain kehidupan Inge yang menarik untuk diketahui,. 5 hal ini diantaranya.

1. Masuk sekolah campuran yang langka
Menurut data dari situs American Natural History Museum, Inge masuk sekolah menengah atas (SMA) yang cukup langka di Eropa, bahkan dunia, yakni SMA pria dan wanita di Copenhagen, Denmark.
Di sekolahnya itu, baik siswa pria atau wanita diperlakukan dengan sama, hal yang sangat jarang ditemukan di awal abad 20. Menariknya, SMA Inge itu didirikan oleh Hanna Adler, bibi dari fisikawan terkenal Neils Bohr.

2. Sempat dikenal sebagai 'penyihir'
Saat menerima penghargaan dari American Geophycical Union di tahun 1971, Inge sempat disebut sebagai master dari 'Black Art' alias penyihir.
Ceritanya, Inge diketahui mampu mengumpulkan catatan gempa dengan sangat cermat dan detail. Uniknya, daerah di mana Inge melakukan penelitian justru tergolong sebagai daerah yang jarang terdapat gempa. Lalu, bagaimana bisa Inge mendapatkan data-data akurat itu? Hal itu masih menjadi misteri.

3. Namanya diabadikan sebagai nama jembatan
Berkat kesuksesannya di Amerika, Inge mendapatkan banyak sekali penghargaan. Misalnya Universitas Columbia di New York, mereka membuat sebuah penghargaan khusus bagi ilmuwan seismologi dengan nama Inge Lehmann.
Selain itu, nama Inge Lehmann juga diabadikan sebagai nama jembatan di jalan tol kawasan Aventura, Florida.

4. Harus bersaing dengan ilmuwan-ilmuwan pria 'tak becus'
Dari data profil di Universitas Purdue, Inge mengaku karirnya banyak dihabiskan berkompetisi dengan ilmuwan pria. Namun, karena dirinya seorang wanita, banyak yang meremehkannya.
Oleh sebab itu, Inge mengatakan harus bersakit-sakit terlebih dulu bersaing melawan ilmuwan pria yang sebetulnya tidak terlalu hebat demi menuju puncak karir.

5. Pernah buta
Menjelang akhir hidupnya, Inge yang menghabiskan masa tuanya di Denmark mengalami kebutaan. Namun, Inge berusaha hidup seperti biasa. Hingga di usia ke 100-nya di tahun 1988, Inge mengungkapkan bila dirinya merasa senang dan telah melalui kehidupan penuh kemenangan dan kenangan indah.


sumber  :  http://www.merdeka.com

0 komentar:

Posting Komentar

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!