Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2015


Hanya dengan menutup mata dan membayangkan pesona alam Indonesia, kamu akan dibuat jatuh cinta tanpa celah setiap harinya. Pantai-pantai cantik dengan pasir putih nan hangat, aroma laut yang begitu bersih, puncak-puncak gunung agung yang menawarkan eksotisme ketinggian, hingga suara belantara yang begitu membius.
Kalau ditanya soal pilihan destinasi di Indonesia, panjangnya akan bersaing dengan danau Baikal di Rusia sana. Menentukan satu tempat, maka kamu pun menentukan sensasi perjalanan apa yang hendak dijajal. Namun kalau diperhatikan, Indonesia punya pilihan tempat-tempat traveling yang serupa dengan beberapa destinasi yang ada di negara lain. Berikut beberpa tempat tersebut seperti yang dikutip dari bintang.com

Air Terjun Maromo, Sulawesi Tenggara
Megahnya air terjun Niagara yang sudah ternama seantero dunia itu ternyata bisa kamu nikmati di air terjun yang berlokasi sekitar 60 kilometer dari Kendari. Sedikit berbeda dengan Niagara, tebing di sekitar air terjun Maromo bisa kamu daki untuk merasakan sensasi berada di air yang jatuh dari ketinggian seratus meter.

Air Terjun Moramo, Sulawesi Tenggara.

Air Terjun Niagara, Amerika Serikat.

Candi Sukuh, Jawa Tengah
Lokasi destinasi yang mirip dengan Chichen Itza di Meksiko ini berada di lereng Gunung Lawu. Tepatnya ada di Dukuh Berjo, Desa Sukuh, Karanganyar. Berbeda dengan candi Hindu lainnya, Sukuh jadi peninggalan Kerajaan Majapahit yang ‘tak mau’ menghadap ke arah matahari terbit, melainkan ke arah Barat.

Candi Sukuh, Jawa Tengah.

Chichen Itza, Meksiko.

Taman Nasional Wasur, Papua
Salah satu tempat terbaik untuk menikmati kehidupan liar di timur Indonesia ini ternyata dipenuhi hewan-hewan yang punya kemiripan dengan hewan Australia. Jadi satu bukti kalau daratan Australia pernah menyatu dengan Indonesia, Taman Nasional Wasur jadi satu tempat paling tepat untuk menikmati nuansa Australia di tanah air.

Taman Nasional Wasur, Papua.

Australia.

Green Canyon, Jawa Barat
Nama destinasi yang berlokasi di Cijulang, Pangandaran , Jawa Barat, ini memang berasal dari tempat yang punya rupa yang hampir sama dengannya, Green Canyon. Bukan di Amerika Serikat, namun air hijau yang dikukung gunung-gunug batu ini ada di Indonesia. Kamu bisa menyusuri sungai dengan berenang, menaiki perahu, bahkan sambil memancing.

Green Canyon, Jawa Barat.

Green Canyon, Amerika Serikat.

Parangkusumo, Yogyakarta
Bukan tanpa alasan kalau Parangkusumo memang disebut-sebut sebagai Gurun Saharanya Indonesia. Kontur pasir yang kian berubah-ubah membuat destinasi ini selalu menarik untuk dikunjungi, terlebih bagi kamu yang menyukai fotografi. Sejauh mata memandang hanya pasir yang terhampar hingga 15 kilometer ke depan.

Parang Kusumo, Yogyakarta.

Gurun Sahara, Afrika.

Gunung Padang, Jawa Barat
Sama-sama berada di puncak gunung dengan batu-batu yang membentuk satu reruntuhan bangunan yang mungkin saja megah pada zamannya. Situs Gunung Padang memang begitu mirip dengan Machu Picchu yang ada di Peru. Menikmati situs kuno sambil beteman hawa pegunungan yang sejuk adalah satu cara terbaik untuk mengisi perjalanan.

Gunung Padang, Jawa Barat.

Machu Picchu, Peru.

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur
Tanah Jawa juga ternyata punya nuansa Afrika. Taman Nasional Baluran yang jadi buktinya. Hamparan savana yang dipenuhi hewan-hewan liar yang bergerak dengan begitu bebas memang menghantarkan nuansa Afrika ke timur pulau Jawa. Kamu bisa berkemah sambil menikmati hamparan bintang yang menyesaki pekatnya langit malam.

Taman Nasional Baluran, Jawa Timur.

Afrika.

Tak melulu harus bertandang ke negeri asing untuk jadi turis di sana. Ternyata Indonesia pun siap memberi nuansa yang serupa. Deretan destinasi di atas bisa jadi pilihan saat kamu sedang punya waktu rehat yang relatif lebih singkat. Kalau tahu destinasi lain di Indonesia yang juga mirip dengan berbagai tempat di dunia, langsung tambahkan di kolom komentar saja.



sumber   :  http://terselubung.in/

Senin, 12 Oktober 2015


Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia sebetulnya sangat cocok sebagai penghasil buah-buah tropis yang jumlahnya sangat banyak. Ironisnya, produksi buah di Indonesia pun tak sanggup memenuhi kebutuhan dalam negeri, sehingga Indonesia juga harus mengimpor buah-buahan dari negara tetangga.
Lebih ironis lagi adalah keberadaan tanaman buah asli Indonesia yang beberapa diantaranya sudah mulai langka, atau berpotensi punah, seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com dibawah ini

Kawista

Di Indonesia, Kawista tergolong sebagai buah eksotik dengan bentuk bulat, warnanya putih sedikit coklat kehijauan. Buah yang berasal dari India ini mirip sekali dengan bola batu dan saat sudah masak, aromanya sungguh wangi menggoda. Di Rembang dan sekitarnya, populasi Kawista masih cukup banyak. Di sana buah ini menjadi bahan dasar sirup kawista. Di beberapa daerah di Jawa biasa disebut sebagai Kawis, sedangkan di Bali pohon ini dinamakan Kusta.

Maja

Maja (Aegle marmelos (L.) Correa, famili jeruk-jerukan atau Rutaceae) adalah tumbuhan berbentuk pohon yang tahan lingkungan keras tetapi mudah luruh daunnya dan berasal dari daerah Asia tropika dan subtropika. Tanaman ini biasanya dibudidayakan di pekarangan tanpa perawatan dan dipanen buahnya. Maja masih berkerabat dekat dengan kawista. Di Bali dikenal sebagai bila. Di Pulau Jawa, maja sering kali dipertukarkan dengan berenuk, meskipun keduanya adalah jenis yang berbeda.
Warna kulit luar buah maja berwarna hijau tetapi isinya berwarna kuning atau jingga. Aroma buahnya harum dan cairannya manis, bertentangan dengan anggapan orang bahwa rasa buah maja adalah pahit. Sebagaimana jeruk, buah maja dapat diolah menjadi serbat, selai, sirop, atau nektar. Kulitnya dibuat marmalade.
Maja terlibat dalam mitos mengenai asal nama kerajaan Majapahit, suatu imperium yang membentang di Nusantara dari abad XIII-XV. Konon, Raden Wijaya, sang pendiri kerajaan, menerima sebidang tanah di daerah Tarik (Terik atau Trik; lokasi tepatnya sekarang masih diperdebatkan). Sewaktu membangun daerah itu, ada pekerjanya yang memakan buah maja. Kebetulan yang dimakan adalah buah yang berasa pahit. Oleh sebab itu daerah tersebut kemudian dinamakan “Majapahit” atau “Wilwatikta”

Mundu

Mundu (Garcinia dulcis) merupakan tanaman buah yang bertajuk rimbun dengan tinggi pohon mencapai 10 -13 m. Tanaman ini merupakan asli Indonesia dan banyak terdapat di Jawa dan Kalimantan. Di Kalimantan, Mundu dikenal dengan nama baros dan jawura. Entah karena kebutuhan atau karena buah ini juga terdapat di Jawa Barat, nama buah ini juga dijadikan nama tempat, seperti Cijawura di Bandung, Baros di Cimahi, Kampung Mundu di Ciamis dan Kecamatan Mundu di Cirebon.

Rukem

Rukem (Flacourtia rukam) adalah nama pohon penghasil buah yang juga merupakan tanaman asli Indonesia. Keberadaan Rukem mulai langka karena pohon ini ditanam sebagai tanaman pekarangan, bukan tanaman budidaya buah komersial. Buah ini unik, untuk memakannya, buah harus dipijit-pijit dulu untuk menghilangkan rasa sepat. Buah rukem dapat pula dijadikan rujak dan asinan, atau dicampur gula dijadikan selai. Buah yang masih muda dapat digunakan sebagai ramuan obat tradisional yang berkhasiat untuk mengobati diare dan disentri.

Matoa

Matoa (Pometia pinnata) memiliki tajuk rindang dengan akar yang kuat dan tinggi tanaman rata-rata18 m. Buah Matoa adalah buah khas asli Papua. Umumnya berbuah sekali setahun. Berbunga pada bulan Juli – Oktober dan berbuah 3 – 4 bulan kemudian. Penyebaran buah Matoa di Papua hampir terdapat di seluruh wilayah dataran rendah hingga ketinggian ± 1.200 m dpl. Rasa buahnya sangat manis, dan mirip perpaduan rasa leci, rambutan, dan lengkeng.

Kepel

Kepel (Stelechocarpus burahol) adalah pohon buah yang menjadi flora identitas DI Yogyakarta. Dulunya, Kepel digemari puteri keraton-keraton di Jawa, karena dipercaya menyebabkan keringat beraroma wangi dan membuat air seni tidak berbau tajam. Buah Kepel juga dipercaya mempunyai berbagai khasiat kecantikan dan menjadi deodoran bagi putri keraton zaman dulu. Di lingkungan keraton Jawa, Kepel memiliki nilai filosofi sebagai perlambang kesatuan dan keutuhan mental dan fisik. Namun,karena lebih banyak ditanam di lingkungan keraton, buah ini pun menjadi langka. Tak banyak orang mengenalnya. Padahal buah ini manis rasanya dan wanginya khas.

Bisbul

Bisbul (Diospyros philippensis) dikenal juga sebagai Velvet Apple (Inggris) atau Buah Mentega. Walau bukan asli Indonesia, pohon buah ini ditemukan di Bogor, Jawa Barat sebagai tanaman pekarangan. Bisbul sudah cukup lama dikenal dan banyak tumbuh di Bogor. Sudah lebih dari seratus tahun tumbuh di Bogor Selatan. Masyarakat setempat termasuk pedagang buah, sudah menganggap buah ini sebagai buah khas dari daerah Bogor.
Buah Bisbul ternyata masih satu famili dengan buah Kesemek, namun yang membedakannya adalah Bisbul biasanya tumbuh di daerah rendah dan berhawa panas. Sedangkan Kesemek tumbuh di daerah dataran tinggi yang berhawa sejuk. Satu lagi ciri yang membedakannya adalah buah Kesemek dikenal dengan buah berbedak,sementara Bisbul memiliki bulu-bulu halus pada kulit buahnya.

Menteng

Popularitas buah Menteng tak seharum kawasan mewah Menteng di Jakarta. Padahal Menteng (Baccaurea dulcis) merupakan buah asli Indonesia. Menteng termasuk dalam marga Baccaurea yang umumnya berbentuk pohon atau perdu. Menteng mempunyai keunggulan karena berbuah sangat lebat dengan musim berbunga dan berbuah berlangsung setiap tahun. Musim buah biasanya mulai Januari – Maret.
Buah Menteng bentuknya sangat mirip dengan buah duku.Buah Menteng memiliki warna kulit yang hijau kekuningan atau kemerahan. Daging buah Menteng berwarna putih,ada pula yang berwarna merah.Rasa buah Menteng itu asam bercampur manis. Biji buah Menteng cukup besar, dengan daging buah tidak banyak. Buah menteng dapat langsung dimakan atau diolah menjadi asinan, sirup atau minuman lainnya.

Kemang

Nama latin dari Kemang adalah Mangifera caesia. Buah Kemang mempunyai nama lain yaitu palong ( Kalimantan Timur ) . Buah Kemang merupakan buah yang sejenis dengan buah mangga. Bila buah Kemang telah masak, warnanya akan kuning kecokelat-cokelatan. Buah Kemang mempunyai daging buah berwarna kuning serta banyak mengandung air. Rasa buah Kemang pun asam dan manis. Buah Kemang mempunyai bau yang khas. Buah Kemang bisa dikonsumsi langsung atau dimakan sebagai campuran rujak, atau bisa dibuat sari buah, campuran es buah, atau bahan pembuat sirup. Daun buah kemang yang masih muda dapat dimakan untuk lalapan di wilayah Jawa Barat.

Gandaria

Nama latin dari buah Gandaria adalah Bouea macrophylla. Nama lainnya adalah jatake. Buah gandaria saat muda berwarna hijau, namun apabila matang akan berwarna kuning atau orange. Buah gandaria mempunyai ukuran sebesar bola bekel serta memiliki biji berwarna ungu muda. Buah Gandaria memiliki rasa asam manis. Buah Gandaria dapat dimakan sebagai rujak, manisan ataupun campuran sambal. Daun buah Gandaria bisa dimakan sebagai lalapan.

Buni

Buni (Antidesma bunius L.) merupakan pohon yang dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 15-30 m. Batang utama bercabang banyak sehingga membentuk tajuk yang rindang. Daun merupakan daun tunggal, berwarna hijau gelap, duduk berselang-seling, panjang 10-22,5 cm, lebar 5-7,5 cm. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam tandan, berbau menyengat, berwarna mula-mula hijau terang dan menjadi kemerah-merahan pada saat mekar, bunga jantan dan bunga betina terletak pada pohon yang berlainan (berumah dua). Bunga betina berukuran lebih besar daripada ukuran bunga jantan, panjang 7,5-20 cm.
Buah tersusun dalam tandan, berbentuk bulat atau bulat telur, bergaris tengah sekitar 3 cm, berwarna hijau pada saat masih muda dan menjadi merah tua sampai kekuningan pada saat masak, berasa sangat masam ketika muda, tetapi menjadi manis ketika sudah masak. Di Indonesia, tanaman ini berbunga pada bulan September dan Oktober, dan buah akan matang pada bulan Februari dan Maret. Buah buni digunakan untuk rujak, atau campuran minuman buah-buahan. Alkaloid yang dihasilkan digunakan untuk campuran obat. Daun muda dikonsumsi untuk lalapan.


sumber    : n   http://terselubung.in/

Sabtu, 01 Agustus 2015


Ladang dan taman bunga yang sedang mekar selalu menjadi pemandangan yang menakjubkan. Seperti ladang bunga tulip, bunga matahari, lavender dan banyak lagi yang lainnya, mereka semua melengkapi pemandangan dengan warna indah mereka. Ladang bunga bisa begitu berwarna-warni, dan seolah-olah seseorang telah menumpahkan cat bukannya menanam bunga, karena ladang bunga tersebut tampak seperti palet warna. Meskipun tempat yang paling terkenal untuk melihat bunga ada di Belanda, namun kita juga dapat menemukan ladang-ladang bunga menakjubkan lainnya di banyak tempat di seluruh dunia. Di bawah ini adalah beberapa ladang bunga pilihan dengan pemandangan paling spektakuler di musim semi.

1 – Agassiz Tulip Festival, British Columbia – Kanada
Agassiz Tulip Festival akan hanya jadi ladang tulip seperti ladang tulip lainnya, tetapi lanskap sekelilingnya benar-benar membuat perbedaan. Ladang ini diatur di kawasan dimana puncak terrtutup salju Gunung Cheam terlihat, membuatnya menjadi pemandangan ladang tulip ini lebih spektakuler. Festival ini menampilkan 30 jenis tulip yang tersebar di 40 hektar yang berwarna-warni.
2 – Hitachi Seaside Park – Jepang
Terletak di Hitachinaka City, Hitachi Seaside Park mencakup area seluas 190 hektar.

Menampilkan jutaan bunga-bunga yang berbeda dan selalu ada yang mekar sepanjang tahun, seperti bakung dan tulip di musim semi, baby blue-eyes dan mawar di awal musim panas, zinnia di musim panas, serta kochia dan kosmos di musim gugur.
3 – Sunflower Fields, Tuscany – Italia
Salah satu tempat paling romantis untuk melihat bunga matahari berada di Tuscany. Disana terdapat ladang bunga matahari di seluruh wilayah di puncak musim panas, diantara desa abad pertengahan yang bertengger di puncak-puncak bukit.
4 – Keukenhof Gardens – Belanda
Ketika berbicara tentang bunga, negeri Belanda lah yang terlintas di pikiran. Terletak di Lisse, Keukenhof juga dikenal sebagai Taman Eropa. Sekitar 7 juta umbi bunga yang ditanam setiap tahun di taman, membentuk karpet besar dengan warna-warni yang begitu indah yang sepertinya tidak akan ditemukan di tempat lain di dunia.

Mekar warna-warni terjadi selama bulan Maret, April dan Mei di area seluas 32 hektar, yang membuatnya menjadi taman bunga terbesar di dunia.
5 – Lavender Fields, Provence – Prancis
Lavender Route di Provence adalah rute dengan pemandangan pedesaan yang menakjubkan dari beberapa desa yang paling indah di negara ini.

Di sekitar rutenya, selama musim panas, ketika tanaman mekar penuh, maka akan terlihat ladang dan ladang, dengan baris baris lavender.
6 – Carlsbad Flower Fields, Los Angeles – Amerika Serikat
Pada musim semi, Carlsbad Flower Fields mencakup lebih dari 50 hektar bunga ranunculus yang mekar indah.

Bunga-bunga ini menampilkan warna yang luar biasa sepanjang pantai Carlsbad.
7 – Canola Flower Fields, Luoping – China
Di Luoping County, bulan Februari sampai Maret, lahan pertanian yang sangat luas terselimuti warna kuning sejauh mata memandang, karena bunga-bunga canola yang mekar.

Kontras yang indah dari barisan pegunungan yang gelap di latar belakang, dengan lautan kuning yang luar biasa dari bunga canola.
8 – Sakura Tulip Festival, Sakura – Jepang
Sakura Tulip Festival diadakan di Sakura Furusato Park pada bulan April. Taman indah ini dihiasi dengan 530.000 tulip dari 108 varietas, dihiasi dengan kincir angin Belanda di latar belakang. Kincir angin ini merupakan persahabatan antara Jepang dan Belanda, dan itu adalah satu-satunya dari jenis ini di Jepang. Keberadaannya antara ladang tulip membuat Anda merasa seperti berada di Belanda.
9 – Flower Fields – Belanda
Bagaimana mau berbicara tentang ladang-ladang bunga jika tidak menyinggung Belanda … Daerah antara Haarlem dan Leiden dianggap sebagai distrik tulip, di mana lebih dari tiga miliar tulip tumbuh setiap tahun.

Seperti pelangi, biru vibrant, merah, pink dan kuning sejauh mata memandang.

Musim tulip dimulai pada bulan Maret dan berlangsung hingga Agustus, ketika pedesaan Belanda menjadi lautan tulip.
10 – Wooden Shoe Tulip Farm Festival, Oregon – USA
Wooden Shoe Tulip Farm membuka ladang mereka kepada publik selama sebulan, tetapi dengan lebih dari 50 hektar dari berbagai jenis bunga, biasanya ada sesuatu yang mekar.

Festival ini biasanya dimulai pada akhir Maret dan berlangsung sampai akhir April.
11 – Fuji Shibazakura Flower Festival – Jepang
Shibazakura atau pink moss adalah bunga indah yang mekar dalam warna magenta, pink, dan putih. Fuji Shibazakura Festival terletak di daerah yang menawarkan pemandangan luas ladang bunga Shibazakura, dengan Gunung Fuji di latar belakang.

Waktu terbaik untuk melihat ladang pink moss yang menakjubkan adalah dari pertengahan Mei sampai awal Juni.
12 – Dubai Flower Garden – UAE
Dikembangkan di tengah padang pasir, Dubai Miracle Garden yang menakjubkan ini adalah taman bunga alami terbesar di dunia.

72.000 meter persegi taman berwarna-warni terbuat dari 45 juta bunga dibentuk menjadi bentuk hati, bintang, iglo, piramida, trotoar berbentuk busur dan sebagainya.
13 – Skagit Valley Tulip Festival, Washington – Amerika Serikat
Skagit Valley Tulip Festival diadakan setiap tahun pada bulan April.

Di seberang 350 hektar lahan, tumbuh lebih dari 100 varietas tulip yang ditanam rapi.
14 – Kisosansen Park Tulip Festival, Kaizu – Japan
Taman Kisosansen dapat dinikmati sepanjang tahun dengan bunga musiman yang indah. Tetapi pada musim semi, taman menjadi hidup dengan Festival Tulip yang terkenal.

Pada bulan April, taman bunga yang besar dihiasi dengan ribuan tulip diatur dalam gaya sungai yang mengalir.
15 – Sunflower Fields – Spanyol
Di set antara desa abad pertengahan, ladang bunga matahari di Spanyol membentang sepanjang satu mil dan mengubah lanskap menjadi berwarna kuning selama musim panas.
16 – Fields of flowers in Puyallup Valley, Washington – USA
Setiap musim semi, ladang Daffodil dan Tulip mengubah lembah Puyallup dengan warna bunga yang mekar.

Bunga-bunga tersebut membuat lanskap Mt. Rainier, di latar belakang, menjadi terlihat lebih megah.
17 – Canadian Tulip Festival, Ottawa – Kanada
Diadakan setiap tahun di bulan Mei, Festival Tulip Kanada menampilkan lebih dari 3 juta tulip seluruh Capital Region Kanada.

Menampilkan ladang tulip yang luas yang ditanam di seluruh kota, dan yang terbesar ditemukan di Commissioners Park di tepi Dow Lake. Pertunjukan warna dan keindahan yang menakjubkan ini adalah festival tulip terbesar di Amerika Utara.
18 – Furano Flower Fields, Hokkaido – Jepang
Nakafurano adalah sebuah kota yang terkenal untuk berbagai ladang lavender.

Terletak di Nakafurano, Pertanian Tomita merupakan objek wisata populer di musim panas dengan tanaman-tanaman yang membentuk pelangi raksasa dari lavender, poppies, marigold dan varietas lainnya. Terima Kasih.







sumber      :   http://terselubung.in/
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!