Berbagai kejadian besar di masa lalu misalnya Perang dunia sampai
awal mula perkembangan teknologi, terjadi karena peran orang-orang
yang namanya dikenal. Sebut saja nama Franz Ferdinand yang jadi penyebab
Perang Dunia I, lahirnya Nazi sampai memicu Perang Dunia II. Kalau di
bidang teknologi, nama-nama seperti Albert Einstein atau Thomas Alva
Edison pasti kita tahu lewat teori dan penemuannya yang mengubah dunia.
Tapi, tahukah anda kalau sebenarnya ada banyak nama-nama tak
terkenal yang harusnya dicatat dengan huruf tebal di dalam buku sejarah.
Bagaimana tidak, mereka hampir saja membuat dunia ini benar-benar
berubah. Ada yang berdampak bagus tapi ada pula yang berpotensi membunuh
kita semua. Dan berikut 5 Orang Terlupakan yang Hampir Mengubah Sejarah.
Pada November 1913 atau setahun sebelum pembunuhan Ferdinand, Pria yang bertugas sebagai Archduke ini mengunjungi seorang Duke di Inggris dalam lawatan diplomatik. Agar Ferdinand merasa dimuliakan sebagai tamu, kemudian Duke of Portland
ini memberikan hiburan berupa berburu. Sambil menuju ke lokasi
perburuan, seorang pelayan yang tidak diketahui namanya berjalan
tergopoh sambil membawa senapan untuk diberikan kepada Ferdinand.
Senjata ini pun terlepas dari tangannya dan menembakkan beberapa
peluru. Untungnya peluru ini hanya meleset beberapa inci dari kepala
Ferdinand. Namun hal ini bisa dikatakan awal mula dari bencara paling
besar di dunia.
Seumpama Ferdinand cidera atau mati, maka keponakannya yang bernama Charles lah yang akan menggantikan tugasnya. Kalau diruntut kejadiannya setelah itu maka akan mampu menggagalkan Perang Dunia. Namun takdir berkata lain, Ferdinand sehat bugar dan 9 bulan kemudian ia tewas dibunuh dan membuat dunia jadi medan perang.
Sebenarnya
semua kejadian buruk ini bisa saja dihindari kalau saja bodyguard Smith
bernama Peter Godwin membunuh majikannya. Kesempatan tersebut
benar-benar terbuka ketika pada sebuah pagi di tahun 1976 Smith tengah
dalam penjagaan Godwin seorang. Pada saat itu, si bodyguard ini
menyadari kalau momen tersebut adalah waktu yang paling tepat untuk
mengakhiri hidup Smith.
Ketika tangan Godwin perlahan meraih sarung pistolnya, Smith pun
terdiam dan menatap mata bodyguard-nya itu dalam-dalam. Sesaat kemudian
Godwin pun berlalu. Smith yang tidak jadi mati pun menciptakan runtutan
sejarah paling kelam di Zimbabwe. Perang selama 4 tahun hingga munculnya
Robert Mugabe yang dikenal diktator dan tukang korupsi. Kalau saja
Godwin membunuh Smith saat itu, mungkin kita tidak akan pernah membaca
sejarah kelam yang dialami negara miskin ini.
Adalah
seorang perwira FBI bernama Mark Rosini yang mungkin melakukannya.
Seperti yang diketahui, pelaku 9/11 adalah seorang teroris bernama
Al-Mihdhar. Ketika itu Rossini tengah ditugaskan agar bekerja sama
dengan CIA untuk menyelidiki Osamah Bin Laden dan kelompoknya. Pada saat
itu, Rossini sempat mencurigai Al-Mihdhar lalu kemudian menuliskan
sebuah draft dan akan dikirimnya ke kantor pusat FBI. Namun, CIA tidak
mengizinkan hal tersebut.
Al-Mihdhar pun menghilang dan tidak lama setelah itu ia menerbangkan
sebuah pesawat dan menabrakkannya ke gedung WTC. Jika saja Rossini mampu
memberikan laporan tersebut lebih awal, mungkin 3000an nyawa bisa
diselamatkan dan publik akan mengenalnya sebagai pahlawan besar.
Adalah
pria bernama Norman Morrison yang patut disalahkan kenapa kita baru
bisa menikmati internet di awal 90an. Pada Oktober di tahun yang sama,
ia bekerja sama dengan AT&T dan meluncurkan videotext service dimana user
bisa membaca headline berita, berkirim pesan, hingga melakukan
pembelian. Sayangnya, layanan ini hanya dilakukannya di Florida,
sedangkan daerah tersebut sendiri belum siap secara infrastuktur dan
sebagainya.
Norman dan AT&T pun akhirnya hanya mendapatkan sedikit keuntungan
dari layanan tersebut. Hingga di tahun 1986 pria ini pun menghilang
tanpa jejak. Baru beberapa tahun kemudian internet mulai mendunia dan
menciptakan banyak biliuner baru.
Kejadian
ini dimulai ketika beberapa pesawat Amerika melanggar wilayah terbang
Russia dan di saat bersamaan Cuba menembak salah satu dari mereka.
Seperti yang kamu tahu, ini adalah tentang persaingan antara blok.
Beralih ke lautan, USS Beale milik Amerika memaksa kapal selam yang yang
komandoi oleh Savitsky untuk naik.
Meskipun kontak dengan dunia luar terputus, ia bisa membayangkan di
atas sana sedang terjadi kegaduhan luar biasa. Savitsky mengasumsikan
jika Perang Dunia III benar-benar akan dimulai setelah ini. Lalu ia pun
diperintahkan untuk meluncurkan sebuah torpedo nuklir dengan sasaran USS
Beale.
Ledakan torpedo ini akan membunuh semua yang ada di kapal. Namun tidak hanya itu, Amerika pun akan melakukan serangan balasan. Dunia pun akan memasuki masa peperangan paling hebat sepanjang masa. Tidak akan ada satu bagian pun di Bumi yang bisa ditinggali dengan aman. Tiap negara akan habis-habisan mengerahkan militernya. Singkatnya, tidak akan ada lagi manusia yang tersisa.
Untungnya, Savitsky mengurungkan niatnya untuk meluncurkan torpedo berbahaya ini. Cukup melegakan ketika ia menyadari tidak ada perang yang terjadi di atas. Savitsky pun kembali ke Russia.
Seandainya beberapa kejadian di atas diskenario ulang, mungkin saja dunia akan benar-benar berbeda saat ini. Dari kejadian di atas bisa disimpulkan kalau sesuatu yang kecil ternyata bisa membawa perubahan besar. Hal yang mungkin bisa kita lakukan saat ini hanya bersyukur dan gregetan. Bersyukur lantaran Savitsky tidak jadi meluncurkan torpedo mengerikan itu, tapi geregetan kenapa Norman Morrison tidak melanjutkan ekspansinya sehingga internet bisa dinikmati lebih awal.
sumber : http://boombastis.com/
1. Pelayan Tak Dikenal Ini Hampir Membuat Perang Dunia I Gagal Terjadi
Kematian Franz Ferdinand di sebuah jalan di kota Sarajevo pada bulan Juni 1914 dikenal sebagai momen paling penting di dunia. Bagaimana tidak, kematiannya memicu dunia menjadi medan perang besar-besaran lewat Perang Dunia I yang berlanjut ke Perang Dunia II. Sebenarnya, kejadian buruk ini bisa saja dihindari lewat peran seorang pelayan tak dikenal ini.
Franz Ferdinand [Image Source]
Seumpama Ferdinand cidera atau mati, maka keponakannya yang bernama Charles lah yang akan menggantikan tugasnya. Kalau diruntut kejadiannya setelah itu maka akan mampu menggagalkan Perang Dunia. Namun takdir berkata lain, Ferdinand sehat bugar dan 9 bulan kemudian ia tewas dibunuh dan membuat dunia jadi medan perang.
2. Peter Godwin Hampir Membunuh Ian Smith
Pada tahun 1965, Ian Smith secara ilegal mendeklarasikan kemerdekaan Rhodensia dari kerajaan Inggris. Aksinya ini kemudian berbuntut melahirkan negara Zimbabwe berikut pemimpinnya yang dikenal sangat diktator, Robert Mugabe. Setelah Mugabe mengambil posisi sebagai kepala pemerintahan, Zimbabwe malah mengalami nasib yang buruk. Hingga akhirnya perang menuntut perbaikan pun tak bisa terhindarkan.
Ian Smith [Image Source]
3. Mark Rosini Mungkin Saja Menghentikan 9/11
Kejadian 9/11 merupakan sejarah paling kelam yang pernah dialami Amerika. Masyarakat Negeri Paman Sam bahkan seluruh dunia, masih mengingat betul bagaimana kejadian mengerikan ini. Meskipun sudah sangat terlambat, momen yang membuat banyak orang trauma ini sebenarnya bisa benar-benar dihindari.
Gedung WTC [Image Source]
4. Norman Morrison Hampir Menciptakan Internet di Tahun 1983
Internet benar-benar membuat segalanya jauh lebih mudah. Mulai dari membaca headline berita, memilih dan membeli barang hingga melakukan mobile banking. Tanpa internet bisa dipastikan tidak akan pernah ada berbagai kemudahan seperti itu. Sebenarnya kita sudah bisa melakukan hal-hal seperti itu pada tahun 1983 lho.
Ilustrasi internet [Image Source]
5. Valentin Savitsky Hampir Membunuh Semua Orang di Bumi
27 Oktober 1962, Valentin Savitsky mungkin saja akan membuat dosa paling besar dan tak terampuni. Ia nyaris saja membuat semua orang di Bumi mati. Hal ini didasari lewat keputusan pentingnya ketika terjadi peristiwa Cuban Misille Crisis.
Kapal selam Rusia [Image Source]
Ledakan torpedo ini akan membunuh semua yang ada di kapal. Namun tidak hanya itu, Amerika pun akan melakukan serangan balasan. Dunia pun akan memasuki masa peperangan paling hebat sepanjang masa. Tidak akan ada satu bagian pun di Bumi yang bisa ditinggali dengan aman. Tiap negara akan habis-habisan mengerahkan militernya. Singkatnya, tidak akan ada lagi manusia yang tersisa.
Untungnya, Savitsky mengurungkan niatnya untuk meluncurkan torpedo berbahaya ini. Cukup melegakan ketika ia menyadari tidak ada perang yang terjadi di atas. Savitsky pun kembali ke Russia.
Seandainya beberapa kejadian di atas diskenario ulang, mungkin saja dunia akan benar-benar berbeda saat ini. Dari kejadian di atas bisa disimpulkan kalau sesuatu yang kecil ternyata bisa membawa perubahan besar. Hal yang mungkin bisa kita lakukan saat ini hanya bersyukur dan gregetan. Bersyukur lantaran Savitsky tidak jadi meluncurkan torpedo mengerikan itu, tapi geregetan kenapa Norman Morrison tidak melanjutkan ekspansinya sehingga internet bisa dinikmati lebih awal.
sumber : http://boombastis.com/



5 Orang Terlupakan yang Hampir Mengubah Sejarah
BalasHapushttp://mysetapak.blogspot.com/2015/07/5-orang-terlupakan-yang-hampir-mengubah.html